terpikir tentang fasilitas

Thursday Jan 28, 2010

Pagi ini aku nge-gym!!! hehehe, satu aktivitas yang amat jarang terjadi. Terakhir kali aku nge-gym itu sekitar 5 tahun lalu, so bayangkanlah bagaimana jadinya bila tiba-tiba hari ini aku nge-gym… hehehehe, ga banjir aja Jakarta udah bagus.. *lebay*

Alasan aku mau nge-gym karena sebenernya karena mau coba uji fasilitas dari satu fitness center terkemuka di Jakarta *tsahh*. Biasalah, ada promo iuran bulanan murah (atau lebih tepat kalo dibilang sedikit lebih murah dari biasanya) dan kebetulan letak gym itu hanya berbeda lantai dengan tempat aku bekerja.

Udah lama sie memang aku punya niatan untuk mencoba fasilitas di gym tersebut, tapi karena terbentur waktu dan terutama iuran bulanan yang lumayan mahal membuatku maju mundur untuk gabung sebagai member. Nah, berhubung penghalang utamanya udah sedikit bergeser, jadilah aku mau mencoba fasilitas yang ditawarkan.

Sebenernya banyak teman-teman kantorku yang jadi member di gym itu tapi levelnya kepala unit dan kepala divisi. Salah satu fasilitas dari manajemen untuk menjaga kesehatan para asset perusahaan tersebut. Kalau ‘keset’ (becandaan internal) kayak aku mah, ya ga dikasih lah fasilitas untuk menjaga kesehatan, hehehehe.

Terus terang dan insya Allah jujur sejujurnya aku sama sekali tidak pernah merasa iri atas pemberian fasilitas itu. Karena menurutku, ya wajarlah kalo posisi naik maka fasilitasnya naik juga. Tapi kan ga semua orang kayak aku ya, yang bisa menerima dengan lapang dada soal beberapa fasilitas yang diterima oleh temen-temen kanit dan kadiv. Ada aja omongan miringnya. Biasalah. Tapi ga aku ambil pusing. Biarlah, toh everybody entitled to have their own opinion.

Membership gym yang jadi fasilitas kadiv kanit itu ternyata ada expiry date-nya. Kalau dalam 1 bulan, para kadiv dan kanit itu tidak menggunakan fasilitas-nya, maka keanggotaannya di-suspen dan baru dapat diaktifkan kembali pada saat pendaftaran ulang. Menurut aku, itu sie hal yang fair ya, secara udah dibayarin membership ga dipake, sayang kan. Nah, akibat dari kebijakan itu, banyak temen-temen kadiv dan kanit (tapi ga semua ya, cuma kebanyakan kayaknya) yang ‘curang’. Mereka sering kali numpang mandi atau sauna dan absen agar keanggotaannya itu ga disuspen. Jadi fasilitas yang seharusnya bikin mereka sehat dengan olah raga itu ga dimanfaatkan secara maksimal.

Tapi sekali lagi, aku ga terlalu peduli ya, terserah ajalah, kalo mereka mau ‘curang’ kan dosa mereka sendiri toh?. Malah pernah sekali waktu, aku bilang ke salah satu kadiv yang keceplosan bilang mau numpang mandi di gym, biar ga diskors membership-nya gini, “Waah, gimana sie.. dikasih fasilitas itu dipake yang bener, kan masih banyak staf yang juga mau sehat tapi ga dapet fasilitas… gimana sie?? Eh tapi ga pa pa juga deh, ternyata sekarang ketauan kalo staf di sini lebih ‘kaya’ dari para kadiv dan kanit-nya, karena yang pada mau sehat pada usaha bayar sendiri, ga perlu nunggu dibayarin kantor”. Si kadiv diem doang denger omonganku. Ga ngerti sie, dalem hati-nya ngomong apa, tapi biarlah.

Aku lupa kapan persisnya kejadian di atas, kayaknya sie sekitar tahun lalu. Selesai ngomong gitu akupun biasa lagi. Ga terlalu mikirin rejeki para kadiv dan kanit itu lagi. Sekali lagi, biarkanlah… rejeki orang beda-beda kan?

Setelah sekian lama ga peduli dan bodo amat sama ‘kecurangan’ para kadiv dan kanit itu, eh waktu nge-gym tadi pagi, aku dihadepin secara langsung sama ‘kecurangan’ para kadiv dan kanit itu.

Gini ceritanya, waktu baru aja selesai nyobain treadmill sekitar jam 7-an, aku langsung ke kamar mandi, biar ga telat. Nge-gym deket tapi telat kan ga OK juga. Sebelumnya, selama treadmill, dari jam 6.20 – 6.50 itu, aku selalu ngeliatin sekeliling, nyari muka-muka familiar, secara temen kantor kan banyak yang jadi member. Tapi selama itu juga aku ga nemu tuh muka yang aku kenal.

Begitu masuk locker room, aku udah denger suara hair dryer. Menurut aku sie aneh, karena rata-rata orang yang nge-gym itu waktunya hampir berbarengan dengan aku dan aku adalah orang pertama yang selesai. Dalam ruang loker, keliatan ada beberapa orang yang udah mulai bersolek. Awalnya sie aku masih belum liat muka yang aku kenal. Begitu aku mau buka lemari, loh kok si A dan B ada di sini. Perasaan tadi ngga ada keliatan lagi nyoba alat ato di dalam kelas deh. Kok udah ada di dalem locker room aja?? Mana udah selesai mandi dan lagi siap-siap buat ngeringin rambut.

Penasaran aku nanya “Ini pada kapan olah raga-nya sie? Kok dari tadi aku liatin ga ada tau-tau udah pada selesai aja’.

Jawabannya yang kudapat lumayan bikin bete bin senep, santai banget mereka bilang “Ya dong, kita kan ke gym, bukan nge-gym”

Ya ampun… woooiii itu sama aja korupsi kali. Penyalahgunaan fasilitas dan seharusnya yang melakukan hal tersebut malu, bukan malah dengan bangga bilang, “kita kan ke gym, bukang nge-gym” WTF????

Terus terang sampe saat ini aku masih kesel bin sebel ama orang-orang yang dengan mudah dan tanpa ngerasa bersalah menyalahgunakan sesuatu yang dipercayakan kepada mereka. Kan lebih baik apa yang menjadi hak mereka itu diberikan lagi kepada orang-orang yang bener-bener mau menggunakannya. Bukannya diselewengkan dengan seenaknya gitu. Ngga ngerti deh gimana cara ngubah pola pikir orang kalo hal itu ga bener dan sebaiknya ga dilakukan.

Udah ah, kelamaan nulis jadi makin banyak yang diungkapin. Bikin dosa aja. Orang lain yang korupsi, aku ikutan dosa dengan ngomongin mereka. Biarkanlah, biar nanti yang kuasa yang membalasnya. Amiin…

*PS, gara-gara jawaban yang bikin ilfil itu, aku ga mau jadi member disitu. Males aja, nanti sehat tapi banyak dosa kan ga OK… mending cari tempat lain aja yang bisa lebih bawa berkah..


how well do you know yourself?

Tuesday Jan 19, 2010

I keep repeating that question on my head ever since this morning. I was just found out something about myself. Turns out I am who I think I am… at least on the eyes of several person.

Sometimes I want to say “sr**w you…all of you”. But I can’t. I always try my best to fit in, in any kind of situation. Try my best to be a likeable. Lately I feel that it is nearly impossible trying to do something to please most people if not everyone :( .

Call me naive or whatever, but that’s just how I am. I like to please everyone around me so then they would like me. Is it a wrong thing to do? Maybe. But again, that’s just how I am.

This morning I got a surprise from one of my best friend that said, people said some bad stuff about me. I mean, I am not a new comer when it comes to office gossips, but still it hurt listening that some peole thinking or worse, talking bad about you right? As for me, it will always feel hurt when you have someone badmouthing you :( .

I don’t like to have the feeling I am having right now. To tell you the truth, it is kinda like s**w with my head. Not a little…quite a lot I think. Like I said, I would really like for people to like me. I will go around in a way if I think that’s what it takes so people would like me.

But maybe that’s the problem. I mean, you don’t have do anything you don’t have to to make people like you. Just be who you are. And you can’t expect all people to like you. People have all different kind of reason for liking other people and that goes for the opposite.

So maybe if I can accept that fact, I will not try to change myself so I can be whoever everyone wanted me to be. Just be myself. Try to love myself for who I am. Will not change anything so everybody would like me. I guess if I can be someone who love themselves then I really do know myself.


Tara – tegar atau kepala batu?

Monday Jan 18, 2010

Kemarin waktu baca-baca blog-nya Okke, si sepatu merah aku sempet baca postingan tentang cyber bully. Postinganya sie njelasin bahwa cyber bully itu bukan cuma orang-orang yang ngasih komen-komen kejam di hampir setiap postingannya, tapi juga yang ikutan ketawa walaupun ngga ikutan komentar. Duuuh… itu mah semua orang yang masuk ke blog-nya orang dan ngetawain udah termasuk jadi bully dong ya??

Untuk aku sendiri, waktu pertama kali liat blog-nya si Tara itu terus terang pastinya ikutan ketawa, secara isi blog itu bener-bener emang bisa bikin kita ketawa. Isinya aneh. Kalo ada yang nanya, “Emang yang aneh itu udah pasti lucu?” Untuk kali ini jawabannya iya. Blog itu bikin kita gregetan pengen ikut komentar, ikut ngebenerin postingan dalam bahasa Inggris yang acak-acakan.

Tapi aku ga ikutan komen kok (walau ngaku masih tetep ikut ngetawain, which according to Okke it also makes me a bully too), karena menurut aku, komen-komen di blog itu banyak banget yang keterlaluan. Berdalih memberikan saran, tapi tetep menghina dina si Tara.

Yang bikin aku menggelengkan kepala itu adalah, ketegaran (atau bisa juga dibilang ke-kepala batuan) si Tara. Waduh, kalo aku jadi dia, mungkin udah lama berenti nge-blog atau kalo ga se-ekstrim itu palingan ganti nama blog-nya dan dipublish lagi.

Tapi ngga dong ama yang namanya Tara ini. Alhamdulillah postingannya lumayan banyak, walaupun hinaan udah bertubi-tubi bertamu di blog-nya. Sebenernya sie postingannya lumayan keren selama dia ga menampilkan foto-foto dirinya yang di awali dengan bahasa inggrisnya yang super acak-acakan itu. Pemilihan foto-foto fashion atau music atau selebriti atau apapun selain foto-fotnya tadi itu. Karena sebenernya sense of fashion-nya, dalam hal pad padan gambar ya, lumayan kok. Tapi jangan sampe dia disuruh milih outfit untuk dipakainya bergaya terus diupload ke blog-nya, aduuh.. ampuuuunnn…

Maksud aku nulis postingan kali ini tuh sebenernya cuma mau ‘mengagumi sekaligus jealous’ ama kegigihannya si Tara untuk mengejar dan meraih impian-nya yaitu eksis di dunia fashion. Dengan segala keterbatasan yang dia punya, baik dari segi penampilan, pendidikan maupun materi tapi tetep usaha. Aku acungin 4 jempol untuk usahanya, kegigihnnya, ketegarannya, tapi sekaligus kesel liat kebebelan dankekeraskepalaannya yang dengan keukeuh tetep aja ga mau belajar memperbaiki bahasa inggrisnya yang super minim dan ngubah gayanya yang aneh.

Tapi, blog-nya si Tara itu udah kayak drugs, setiap hari pasti mesti balik liat untuk baca. Entah itu hanya untuk baca postingan bahasa inggrisnya yang amburadul, setengah berharap bisa liat sedikit perubahan atau bahkan peningkatan dari bahasa inggris-nya atau sekedar pengen ngetawain foto-foto anehnya itu…..heheheheheh


Year Of 2010

Wednesday Jan 6, 2010

Halloo semua….
Selamat tahun baru 2010…
Maaf sedikit terlambat ngucapinnya, tapi lebih baik terlambat daripada ngga sama sekali kan?

Sebenernya sie, tahun 2010 ga jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Diawali dengan barbeque-an di malam tahun baru diakhiri dengan tiup terompet dan kasih salam tahun baru buat keluarga.

Ntah kenapa, awal tahun baru yang biasanya lebih fresh buatku kali ini ga demikian. Sekali lagi ntah kenapa. Hatiku rasanya galau tiada henti. Mungkin karena masih ada beberapa hal yang ingin aku capai di 2009 tapi hingga tahun berganti belum juga tercapai. Entahlah.

Tak berhenti hati ini mengucap doa, memohon agar rasa galau ini dihilangkan dari hati, dijauhkan dan jangan dibiarkan berlama-lama dalam hati. Karena aku tau, itu hanya mbuat susah diri sendiri.

Sementara mencoba mengurai masalah hati, aku berharap di tahun 2010 ini semua berjalan lebih baik untukku, untuk keluarga dan semua orang yang aku sayang. Ga muluk-muluk kok kepengennya, cuma pengen tenang dan tabah dalam menghadapi segala cobaan. Juga bisa menjalani hidup dengan lebih iklas. Menjadi manusia lebih baik dalam segala aspek hidup. Amiiinnn..


confirmation

Wednesday Dec 9, 2009

I get my own confirmation today. Everything does happen for a reason. Even though I said that I will be happy, the truth is, I will never.

But still, since I believe everything happen for a reason so I believe what happen to me is the best. God loves me for who I am, and don’t want me to suffer greatly so God cut the losses.

I would never dream what happen to me if this confirmation came all too late. I probably will shatter into pieces…no doubt about it. But since it happens now, when I am in my highest state of mind, I probably wouldn’t be too shattered. I believe I will get through it with my head up high. And for that I believe I should congratulate myself


terganggu

Thursday Nov 26, 2009

Hari ini, aku merasa terganggu.
Terganggu sama sekelompok orang, yang menurutku cara bercandanya ga lucu.
Aku ga tau, apakah ini aku yang aneh, atau emang itu orang-orang ga lucu becandanya.
Aku rasa ga akan ada orang yang suka dijadiin obyek olok-olok, becanda ataupun lainnya.

Jadi gini, tadi aku berkunjung ke salah satu divisi yang ruangannya beda lantai sama ruanganku. Divisi itu kebanyakan personilnya cowok. Ngerti dong kalo becandaan cowok gimana? Vulgar dan kadang suka ga liat situasi dan kondisi. Sebenernya sie, becandaan mereka itu kadang lebih sering menghibur daripada ngga nya. Tapi entah kenapa kali ini, pokoknya aku ga suka.

Dari jaman masih sekolah dulu memang aku bukan orang yang pede, jadi susah untuk aku buat percaya ada orang yang suka ama aku karena penampilan dan hal itu kebawa terus sampe sekarang. Biar orang udah banyak yang bilang penampilan aku udah cukup lumayan, tetep deh ga pede.

Nah, waktu berkunjung gitu, tiba-tiba ada satu orang temenku teriak….”Ehh Vira… dapet salam dari si anu”, yang langsung disautin ama temen-temen yang lain.. “Anu….. tuh ada Vira.. katanya salam”
Masya Allah, hari gini? udah tua becandaannya masih kayak gitu? waktu SMA aja aku sebel bener, ini lagi.. udah tua woooi.. malu ama umur…

Masih sebel ama gaya jaman kuda gitu, eh ada satu orang bener-bener ngeliatin aku dengan ga malu-nya dan bilang, “kok lo dandannya kayak boneka sie??” *like that gonna make me happy???*

Ada juga satu orang temenku yang katanya suka melongo *bengong dengan mulut terbuka* kalo ngeliatin aku lewat depan dia… Haiiyyyahhhh… emang apaan sie??? *I am not flatered by the way*. Aneh….

Aduuh, aku tau kayaknya postingan ini kok ngedumel untuk hal yang ga penting, tapi bener-bener deh, aku terganggu. Dan aku udah bilang ama orang-orang itu kalo aku keganggu, tapi kayaknya mereka ga peduli gitu, yang pastinya makin bikin aku bete.

Udah ah, ga usah pusing-pusingin lagi, sekarang udah lumayan ga terlalu bete. Agak plong setelah nulis dan ngedumel disini. Maaf ya, kalo ada yang ga berkenan.


Tegar…

Wednesday Nov 25, 2009

Kemarin, aku makan siang sama temen SMA. Ga kerasa, kita itu udah ga pernah ketemu dari waktu luluslulusan SMA. Paling dulu pernah ketemu cuma haihai-an ajah. Ga pernah yang benerbener duduk lebih dari satu jam dan cerita panjang lebar tentang kejadian yang udah terjadi dikehidupan kita berdua (*tsah…hehehe…bahasanya euy).

Nah, seneng banget kan kmaren akhirnya bisa ketemuan dan ngobrol panjang lebar soal hidup kita berdua. Ngga kerasa banget kan, kalo kita udah ga jaman SMA dulu lagi. Waktu serasa berlari meninggalkan kita. Kalo lagi inget gini rasanya takut banget ya, sama kehidupan yang berlalu dengan cepat, sementara kayaknya kita gitu-gitu aja.

Tuker cerita sama temen, siapapun itu memang meyenangkan. Ini lagi temen yang memang sudah ga kedengeran beritanya sejak kita selesai SMA dulu. Seru banget bertukar ceritanya. Banyak rasanya cerita yang mau di-share. Pengennya sie terbatas hanya untuk cerita-cerita yang seru dan bahagia aja. Tapi seperti hal-nya hidup, ada ups and down-nya, tentu ceritanya juga ada yang seru gembira dan ada yang seru sedihnya.

Tapi makan siang kali ini, mungkin waktunya untuk yang sedih-sedih dulu. Temanku cerita tentang suka duka pernikahan yang udah dia jalanin selama kurang lebih 10 tahun. Kebetulan aku juga kenal sama suaminya. Malah kenal ama suaminya duluan baru sama dia. Suaminya itu temen ku semasa smp dan sma di Bogor. Mereka berdua ketemu dan mulai pacaran juga waktu masih sma dulu. Kalo diinget-inget sie, kayaknya mereka bisa dibilang pasangan yang lumayan cihuy dan serasi deh. Tapi itu kan dulu… Jaman pacaran… Dimana ada istilah, masa pacaran semuanya indah, dunia serasa milik berdua, yang lain numpang *hehehehe garing yak*

Mungkin memang dalam setiap pernikahan itu, pasti ada aja masalah, karena menyatukan 2 kepala untuk satu kata itu emang susah. Kuncinya tentu gimana caranya kompromi. Kapan harus ngotot dan kapan harus ngalah. Apalagi dijaman modern kayak sekarang ini. Walau hakikatnya istri harus nurut kata suami, tapi tetep harus ada kesepakatan yang di pegang berdua supaya ga ada yang ngerasa bisa semena-mena atau tersakiti.

Waktu aku duduk dengerin cerita temen ku itu, aku sampe kaget. Melongo. Bengong dan kehabisan kata-kata untuk berkomentar. Cuma paling sesekali aku kasih komentar, ‘masa sie???’

Sebagai seorang perempuan, denger curhat temen tentang pernikahannya yang bisa dibilang jauh dari happy, rasanya lebih menyayat hati deh. Kebayang langsung gimana kalo gini dan gimana kalo gitu…. Semuanya langsung dibandingin ama kehidupan sendiri. Syukur alhamdulilah, aku beruntung punya suami yang baik dan bertanggung jawab.

Tapi, sekagum-kagumnya aku sama perjuangan temanku itu, ada penyesalan menyelinap di dada. Mungkin memang yang dialami oleh temanku itu sudah sangat berat ditanggung sendirian, sampe dia perlu menceritakan sebagian kecil dari dukanya itu ke teman-temannya. Aku menyesal kenapa dia seperti dengan mudahnya menceritakan segala keburukan suami, secara detail pula.

Sebagai seorang perempuan -setidaknya aku- rasanya ga pantas menceritakan begitu detail tentang keburukan suami. Karena menurut aku, itu berarti keburukan kita juga sebagai seorang istri? Entahlah… mungkin pendidikan agamaku masih terlalu minim untuk ngasih pandangan soal itu.

Tapi sekali lagi, aku salut sama ketegaran temanku itu. Dia masih bisa bekerja, mengurus 2 anak tercinta sambil selalu berusaha bersabar menghadapi cobaan atas kelakuan suaminya. Ntah apakah aku juga bisa sekuat dan setegar dia kalo hal yang sama terjadi sama aku..

Yaa Allah Yaa Rabb, lindungilah temanku itu. Kuatkan serta tabahkanlah selalu dia agar dapat menjalani segala cobaanMu… Amiinnn..


cerita tentang kekesalan

Wednesday Nov 18, 2009

“Seharian ini, engga banget”
Begitu kurang lebih status seorang teman di jejaring sosial twitter yang lagi nge-trend akhir-akhir ini.

Penasaran aku jadinya, secara aku kenal kalo dia ga seperti itu. Seengganya kalo pun lagi kesal, ga lantas mengungkapkan uneg-uneg ke tempat umum yang kemungkinan bisa dibaca orang banyak.

“Tumben, biasanya kamu Mr. Optimis dengan segala positive thinking”
Begitu kurang lebih pesan yang aku tulis kepadanya. Secara privat tentunya.

Langsung dia bbm aku, coba untuk njelasin kenapa sampe pasang tulisan itu di twitter. “Kesel” katanya, karena ngerasa apa yang dia kerjakan hari ini rasanya ga ada yang bener, salah semua.

Lalu aku komentar, “ga pa pa sie sebenernya tulis ato ngomel tentang rasa kekesalan yang kita rasa, it means that u are human. Masa punya rasa kesal terus dipendam ajah. Makanya kalo lain kali, aku ngomel masalah kerjaan atau apa dan siapa yg berkaitan ama kerjaan, jangan lantas nyuruh aku untuk berpikir positif dan ngga buang energi untuk marah-marah. Karena itu manusiawi.”

Ngomel atau misuh-misuh soal rasa ga suka itu sie sah-sah aja kalo menurutku. Sekali lagi, itu nunjukkin kalo kita manusia yang pasti punya rasa sebel, seneng, kesel, marah, sedih dan lainnya. Temenku sie bilang, “ya ga pa pa sie, tapi bedanya aku ama kamu, marah aku belum sampai makan korban”

Duuh, ampe kaget baca message bbm tadi. Emang kapan aku marah2 sampe makan korban ya?? Ternyata maksud temenku, kadang aku kalo pas marah suka lupa ngeluarin kata-kata yang bisa bikin sakit hati orang lain.

Abis mau gimana lagi ya? Kayaknya kalo lagi kesel gitu ya mungkin pelampiasannya ya ngomel dan sebel banget dong tentunya kalo lagi ngomel malah dinasehati soal hal-hal standar yang sebenernya kita udah ngerti, jadi kesannya nasehatnya bakalan basi aja gitu. Seengganya untukku.

Karena menurut aku, marah-marah itu ngga berarti kita ga bersyukur atas keadaan kita atau mengeluh. Kadang malah ga ada hubungan sama rasa syukur atau keluh kesah sama sekali. Ngomel ya murni ngomel aja, supaya rasa di hati ini ga jadi makin sebel or kesel. Bisa jadi ngomelnya cuma supaya unek-uneknya keluar aja. Daripada dipendam bisa jadi tambah sakit hati. Terus terang, aku sie lebih milih marah-marah daripada sakit hati.

Tentunya temenku juga punya pendapat sendiri soal misuh-misuh tadi, jadi kita sedikit berdebat tentang gimana, sampe akhirnya kita sama-sama sadar kalo gimana cara pelampiasan rasa kesal tuh ya customize masing-masing orang. Ga ada cara yang paling benar atau salah. Karena kan masing-masing orang pasti punya kadar yang beda untuk mengatasi masalahnya.

Mungkin memang sudah kodratnya kaum pekerja kayak aku dan juga temen-temen lain, yang masih punya atasan, pasti akan ngalamin masa-masa kesel kayak gitu. Ngerasa ga dihargai atau kadang malah dianggap ga bisa kerja. Jadi rasa kesal, marah, sebel dan perasaan ga enak lainnya kayaknya lazim-lazim aja tuh dirasain. Gimana cara kita nge-handle ya terserah kita… Apa kita akan ‘makan’ korban ato malah ‘makan’ ati??? The choice is yours my friend. Yang pasti sie… jalanin apa yang terbaik aja menurut mu…insya Allah terbaik juga hasilnya


Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes
?>