Posted by savira | Under doain, sad moment
Saturday Apr 10, 2010
Telah berpulang kembali ke hadirat Allah SWT, Bapak kami tercinta, pada hari Rabu, 7 April 2010:
Bapak Achmad Syarifuddin Saleh bin Mohammad Saleh
Mohon keikhlasan doa untuk meringankan langkah almarhum menghadap sang Khalik.
Apabila ada dosa almarhum, baik yang disadari maupun yang tidak, mohon dapat dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.
Posted by savira | Under Wishes, personal, sad moment, sedih
Thursday Jan 22, 2009
Beberapa mingu belakangan ini, aku lagi ngadepin masalah yang lumayan berat. Masalah yang aku pikir udah berlalu, ternya balik lagi menghantui ku.
Berat rasanya helaan napasku akhirakhir ini. Seakan dada ini mau meledak. Karena aku ngerasa, masalah yang ku hadapi menjadi semakin berat setiap kali aku bernapas. Kadang aku berpikir, mungkin kalo aku berhenti bernapas, akan berhenti juga masalahku.
Astaghfirullahallaziiimmm… Istighfar Savira Dwinanda. Jangan pernah punya pikran seperti itu. Seberat apapun keliatannyamasalah yang kita hadapi, pastinya kita akan kuat menghadapinya. Selalu ingat janji Allah SWT, bahwa Allah tidak akan pernah memberi cobaan kepada manusia melebihi kemampuannya.
Saat ini, waktu aku duduk di bis. Termenung. Sendiri. Ingatan akan masalah itu datang lagi. Bertubitubi. Sesak rasanya dada ini. Sakit rasanya kepala ini. Bingung tak terkira hati ini, tapi alhamdulillah ku masih mengingatNya. Menyebut namaNya dalam setiap helaan nafasku. Memohon pertolonganNya, agar aku selalu diberi kekuatan yang berlimpah, sehingga aku mampu menjalani apapun cobaan yang dihadiahkanNya untukku. Agar aku takkan pernah lupa akan kekuasaan dan kebesaranNya.
Yaa Allah, Yaa Rahman Yaa Rachim… Hanya Engkau tempat aku mengadu. Dengarkanlah doaku Yaa Allah…. Doa seorang yang mungkin seringkali lupa akan anugerahmu yang berlimpah, seorang pendosa. Namun aku mohon pada Mu ya Allah, berilah selalu kekuatan padaku, dalam menghadapi segala cobaanmu. Karena aku percaya aku hanya akan mampu melaluinya hanya dengan bantuanMu.
Dalam setiap helaan napas ini Yaa Allah, hamba mengingatMu, mengadu dengan lirih, memohon dengan sangat, agar selalu dalam lindunganMu dan selalu diberikan kekuatan. Hamba mohon Yaa Allah, karena hanya padaMu hamba mengadu….. Berilah hamba petunjuk. Bimbinglah hamba untuk selalu berada dalam jalan yang Engkau ridhai… Berikanlah selalu kekuatan agar apapun akhir dari masalah yang aku hadapi ini, aku bisa dengan tegar menghadapinya. Bimbinglah aku agar dapat selalu pasrah dan bersabar dalam menghadapi segala kesulitan hidup namun tetap dapat berdiri tegar menghadapinya. Amiiiinnn….
Posted by savira | Under sad moment, sedih
Thursday Nov 13, 2008
Ga tau kenapa, auranya sedih aja. Mungkin karena aku sekali lagi sadarkan, bahwa sekuat apapun kita, kehilangan salah satu orang terdekat merupakan hal yang sangat berat. Apalagi kehilangannya bukan karena hal yang ‘signifikan’ *at least menurutku*.
Dua hari ini, aku kehilangan seorang sahabat (lagi). Sedih? Udah pasti. Karena sejujurjujurnya aku ga pengen banget kehilangan dia. Seperti yang pernah aku tulis, punya sahabat 1 trilliun orang pun akan selalu kurang, secara kita adalah mahluk sosial, yang selalu butuh teman dan sahabat disekeliling kita. Tapi aku udah ga bisa berbuat apaapa. Secara aku dan dia selalu berdebat tentang hal yang sama, tapi memandang hal yang sama itu dari 2 sudut pandang yang beda. Pastinya susah dong ketemu common ground-nya.
Aku dengan segala ke-keukeuhanku, menyatakan segala keberatan kenapa harus ‘tidak’ berteman lagi, sementara dia juga dengan segala pernyataan yang pada akhirnya mematahkan keukeuh-nya aku. Bukan apaapa. Aku memang juara keukeuh dan aku bisa berulang kali, berputarputar dan tetap berpegang teguh pada pendapatku, tapi semua itu untuk apa? Kalo hasilnya bikin dia tersiksa (hehehe..emang diapaain ya??) – well at least ngga nyaman- dengan pertemanan kita? I am not that kind of person. Aku maunya dalam berteman itu nyaman untuk duaduanya.
Tapi ternyata emang berat ya kehilangan sahabat itu. Whatever the reason. Setiap hari itu hampir aku lupa untuk ngga nge-buzz or bertanyatanya tentang halhal ga penting or penting. Pokoknya I miss those day deh. Sekarang aja, tiap kali liat namanya popped up di jendela maya, hmm..mau komen tapi takut ngganggu… tapi yang paling utama sie, aku udah janji ga bakal ganggu2 lagi. Sedih ga sie?
Udah ah, sekarang mah gimana caranya menjalani apa yang ada di hadapan dengan tenang. Mudahmudahan akan diberikan kemudahan dan ketabahan… amiiin……
Posted by savira | Under prihatin, sad moment, sedih
Wednesday Aug 20, 2008
Kemarin seperti harihari sebelumnya aku pulang nge-bis. Setelah nunggu sekian menit di halte, akhirnya bis nomor 16 jurusan Rawamangun Lebakbulus lewat dihadapanku. Alhamdulillah kosong, jadi aku bisa duduk dengan tenang.
Sebenernya ga ada kejadian aneh di dalam bis itu. Hanya dalam hitungan menit, bis sudah dipenuhsesaki oleh penumpang. Sekali lagi, Alhamdulillah aku duduk.
Bis melaju dengan kecepatan biasa aja. Walau kadang selap sana salib sini. Termasuk biasalah dalam kategori bisbis yang melaju di Jakarta.
Karena lelah, mataku mulai terpejam. Ceritanya mau menikmati perjalanan pulang dengan bobo santai di bis. Tapi, baru sekitar 5 menit memejamkan mata, tibatiba aku merasa sesuatu menyentuh tanganku. Kaget, aku terbangun.
Ternyata ada anak kecil baru saja menaruh satu buah amplop ditanganku. Pengamen cilik, dan ini benarbenar cilik. Berdua dengan sang kakak yang aku tebak paling tua baru menginjak kelas satu SMP, si pengamen cilik ini (sekali lagi benarbenar cilik !!) mulai bernyanyi, kalo ga mau dibilang teriak, secara cara nyanyi mereka yang bergantigantian tanpa nada yang jelas. Mereka nyanyi lagu itu lowh… aduh kok aku lupa judulnya ya. Tapi aku tau cerita tentang lagu itu. Lagu yang sempat rame di infotainment secara ada anak gadis yang meninggal bunuh diri. kalo ga salah sie anak gadis itu namanya gaby (or gebi).
Nyesss….nelangsa rasanya. Sebagai ibu dari satu anak gadis kecil, aku ngerasa kok ya tega sie yang jadi orang tua. Ngebiarin anaknya yang masih kecil, aku yakin itu anak belum genap 5 tahun, untuk ngamen di bis kota, waktu hari udah masuk malam lagi.
Sebenernya ya aku juga ga bisa nge-judge orang tua si anak ya. Mungkin aja kan kehidupan mereka emang susah banget, sampe ngebolehin anaknya yang masih balita untuk ngamen. Tapi sekali lagi, sebagai seorang ibu…aduh… rasanya kok ngenes banget ya.
Hari ini, terutama sore ini aku prihatin banget. Di usia negara kita yang udah 63 tahun, ternyata ga dibarengi sama kehidupan rakyatnya yang makin lama makin memprihatinkan. Sedih deh liatnya, apalagi waktu mereka selesai nyanyi dan mau turun dari bis. Si kakak nenteng gitar mbari nggendong adik kecilnya. Ikutan ngeri waktu kaki mereka menjejak di jalan ditengahtengah motor bersliweran.
Pikiranku langsung melayang ke anak kecilku di rumah. Rasa campur aduk antara sedih, haru dan bahagia berkecamuk (sedaaap bener bahasanya) di hati. Sedih, karena ga bisa berbuat banyak untuk anak kecil pengamen itu, tapi haru dan bahagia, karena mudahmudahan aku udah bisa memberikan yang terbaik untuk anak kecilku dirumah.
Mudahmudahan pemandangan tadi sore di bis itu ga berulang lagi dimasamasa datang. Caranya gimana? Aku serahkan sama bapak dan ibu yang ada di pemerintahan sana. Supaya Indonesia yang katanya gemah ripah loh jinawi bukan cuma slogan kosong, tapi memang bener adanya. Amiiinnnn…..
Posted by savira | Under Wishes, personal, sad moment
Wednesday Jun 25, 2008
Today I learn that I already have that miracle I was waiting for and I have had for as long as I know. Well at least this last 15 years. I have been in tears since yesterday, because of live throw some bad luck on my way, but my miracle told me that it is OK. Everything is gonna be OK.
Thank you to my beloved husband. For reminding me that there is more live than just money. And although sometimes live throw you a curve ball, you’ll be OK, as long as you have the people that you love and love you.
Well, I want to say that I learn some important lesson from this situation I have right now, don’t get me wrong, I do learn some important lesson. But what I really learn from this situation is that I have this beautiful treasure that is more beautiful and more generous than everything and everyone I have ever known and his name is Dedi Ulung.
I can’t begin to thank you enough for all your wonderful traits. I can’t believe I am this lucky to be a person that you chose to be your wife. If somewhere along the way, I’ve made mistake, please just be your wonderful self and forgive me, coz I can’t begin to imagine how I can live this life without you for you are my strength to live.
Posted by savira | Under lost hope, sad moment
Monday Oct 29, 2007
Tak terasa air mata mengalir di sudut mata
Hilang lagi harapan diam-diam menyusupi relung hati
Harapan untuk menjadi lebih bahagia
Pupus sebelum sempat menjadi nyata
Iklas, itu yang kerap aku bisikan dalam hati
Semua hadir dengan alasan sendiri
Berusahalah untuk TEGAR dalam hadapi cobaan ini
sekali lagi, semua hadir dengan alasan sendiri
Namun, sulit untuk ku tegar di tengah cobaan kali ini
Karena ku menghadapinya seorang diri
Tanpa ada sosok tegar yang menemani
Batu karang yang selalu lindungi diri ini
Iklas, adalah kata yang sering kuteriakkan dalam hati
berharap dengan iklas aku akan lebih mudah menjalani
cobaan kali ini seorang diri…
Ya Allah…Ya Rabb, kuat kan jiwa dan raga ini
karena sesungguhnya, Kau memberi coba karena aku kuat
Moga-moga aku tak mengecewakan Mu… Amiin……
Recent Comments