2010 in review

Saturday Jan 1, 2011

Alhamdulillah, tahun 2010 baru saja berlalu. Banyak sekali peristiwa yang terjadi di tahun 2010, mungkin ga jauh beda dengan tahun tahun sebelumnya. Tapi yang bikin tahun ini sedikit berbeda adalah, tahun ini aku kehilangan ayahanda tercinta, Bapak Achmad Syarifuddin Saleh bin Muhamad Saleh yang wafat pada tanggal 7 April 2010.

Selain dari kehilangan Bapak,aku juga kehilangan pekerjaan. Persis menjelang akhir tahun, tepatnya 24 November 2010, pukul 16.00 WIB, aku dipanggil masuk ke ruang Kepala Divisi disodori amplop sambil dibilangin bahwa perusahaan ‘menawarkan’ untuk melakukan pemutusan hubungan kerja untukku. Kata-kata menawarkannya cuma basa-basi, karena besoknya aku udah dibebastugaskan.

Sedih? pasti… kaget? banget… marah? jelas… tapi yang pasti sie aku merasa sakit hati. Rasanya aku sudah memberikan 110 persen (boong deng, memberikan perhatian dan kemampuan yang aku punya sekuat dan semampuku) ternyata penghargaan yang diberikan oleh perusahaan kok seperti ini. Apalagi alasan yang diberikan itu sama sekali ga masuk akal.

Duuh, rasanya hancur berantakan deh dunia aku waktu itu. Bengong dan nangis adalah 2 kegiatan yang rutin kulakukan kalo pas lagi ngga ngapa-ngapain. Bingung gitu. Kenapa dan kenapa, adalah pertanyaan yang bolak balik aku pikirin, dan makin sebel karena jawabannya tetep ga ada.

Alhamdulillah, ternyata aku masih punya banyak temen. Di kala susah kayak gitu kan mulai keliatan temen yang baik dan yang cuma boongan aja. Bersyukur banget aku sama temen-temen aku. Mereka semua ikutan ndoain, tentunya ndoain yang baik ya. Malah aku punya tukang jahit langganan yang udah bantuin mbuatin hampir semua baju-baju kerja selama 10 tahun, dia kirim sms gini (ini kutipan asli loh)

Savira, saya dengar kamu kena pehaka. Saya sedih dengarnya vir. Saya berdoa semoga kamu baik baik saja menerima ini. Bej bisa saja selama ini tempat kerja yang baik buat kamu – sepuluh tahun lebih kamu baktikan profesionalitas kamu. Meniti karier di sana. Teman-teman sudah seperti saudara. Kantor itu sudah seperti rumah, – bagi kamu mungkin. Saya minta maaf sebesar-besarnya. Selama ini pastinya ada salah di atara kita. Saya akan selalu mengingat kamu vir. Sampai kapanpun. Salam buat suami dan anak kamu dari saya. Kamu tau vir, saya ngetik ini tanpa terasa airmata saya mengalir. Ini airmata peduli apa kehilangan. yang jelas ada yang berbeda sekarang.

Aduh, setiap kali baca sms-nya (iya masih disimpen sampe sekarang, karena aku senang, ternyata ada orang yang bener-bener care sama aku), aku masih suka nangis deh. Antara sedih sama bangga, ternyata ada juga orang yang mengenang aku sampe segitunya.

Tapi memang betul omongan orang (setiap orang malah, waktu aku kena phk kmaren) bahwa semua yang kita jalanin itu adalah memang sudah yang terbaik yang digariskan oleh Allah SWT, even though we might think it’s not the best for us, it must be the best, coz Allah SWT always knows what best for us.

Satu setelah kena musibah phk itu, aku mulai usaha, cari informasi kerja dari siapa aja yang aku kenal. Temen kuliah, temen SMA, bahkan juga ke mantan boss dulu. Selain itu juga ada beberapa teman yang referensiin beberapa situs lowongan pekerjaan, bahkan ada yang langsung referensiin aku ke perusahaan-perusahaan yang memang lagi nyari karyawan baru. Alhamdulillah, ternyata banyak juga temen-temen yang baiiiikkk banget sama aku. Thanks ya… kalo aku ga bisa mbalesin satu-satu, insya Allah nanti Allah SWT pasti balesin semua kebaikan kalian.

Kirakira seminggu setelah kejadian, ada satu temen yang respon atas permintaan informasi kesempatan kerja. Dia bilang, sok deh, ngelamar ke tempat dia kerja, lamarannya tolong diimel dulu ajah. Senin minggu kedua nganggur, pagipagi udah bbm, dibilangin kalo lamarannya udah keterima dan nanti di-review dulu ama fungsi terkait, mohon ditunggu aja, insya Allah emang rejeki pasti dipanggil.

Alhamdulillah wa syukurillah, ternyata memang masih rejeki aku, setelah njalanin 2 kali interview, assessment dan medical test, akhirnya di penghujung tahun 2010, aku udah dapet kerjaan lagi. Terima kasih sekali lagi aku ucapin buat orangtua, keluarga dan tementemen yang udah bantu doa. Memang jalan Allah SWT ga pernah kita bisa tau, terbaik menurut kita, belum tentu terbaik di mata-Nya.

Tahun 2011, aku memulai tahun baru di perusahaan yang baru. Insya Allah dengan niat yang baik aku akan jalanin pekerjaan ini dengan sebaikbaiknya. Mohon petunjuk dan bimbingan-Mu selalu yaaa Allah. amiin…


I bid you so long but never good bye

Friday Nov 26, 2010

2 hari lalu merupakan salah satu hari yang paling menyedihkan yang perjalanan karirku selama 16 tahun lebih. Aku terkena pemutusan hubungan kerja. Ga bisa diceritakan deh rasanya. Berjuta rasanya, tapi not in a good sense at all.

Tapi bagaimanapun juga, tempat itu pernah menjadi rumah singgahku untuk berkarya selama 10 tahun lebih. Memberikan banyak teman baru, sahabat, bahkan mungkin keluarga. Untuk itu, aku akan selalu bersyukur, telah diberikan kesempatan untuk menikmati beraneka kenangan indah di sana.

Untuk semua kenangan indah dan pembelajaran yang aku dapat dari semua keluarga-ku di kantor lama, aku mencoba untuk mengingat dan memberikan sedikit kata….

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Mohon maaf sebelumnya, bukannya mau sombong nulis kata-kata perpisahan pakai bahasa Inggris, tapi saya tidak bisa menemukan bahasa yang cukup untuk menuliskan kata-kata perpisahan pada teman-teman semua, maafkan keterbatasan saya.

I bid you so long, but never good bye

As many of you probably already know, today is my last day here in our beloved company.
I have dedicated the best 10 years of my life to this company and I have to say without regret that it was probably the most amazing experience anyone could ever expect.
It has some ups and downs, but that’s just life, but it sure add more taste to my life experience.

With this note, please allow me to express my humble thank you to the board of Directors of Indonesia Stock Exchange.
I am so grateful to have the opportunities to learn and experience many beautiful things and friendship in this company.
I am sorry if there’s any mistakes that I’ve made or any displeasure of my being in the company, I am nothing but human.

To my friends, you all know who you are.
Thank you, for sharing the last 10 years with me in this company.
We may have argued or even fight, but we always put our friendship above all, I guess that’s why it is hard for me to say good bye.
So I won’t even try to say good bye. It is only a mere so long, because I know, we always have each other in our heart.

I bid you so long, till we meet again…

warm regards,

Savira Dwinanda


Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’uun..

Saturday Apr 10, 2010

Telah berpulang kembali ke hadirat Allah SWT, Bapak kami tercinta, pada hari Rabu, 7 April 2010:

Bapak Achmad Syarifuddin Saleh bin Mohammad Saleh

Mohon keikhlasan doa untuk meringankan langkah almarhum menghadap sang Khalik.
Apabila ada dosa almarhum, baik yang disadari maupun yang tidak, mohon dapat dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.


padaMu ku mengadu

Thursday Jan 22, 2009

Beberapa mingu belakangan ini, aku lagi ngadepin masalah yang lumayan berat. Masalah yang aku pikir udah berlalu, ternya balik lagi menghantui ku.

Berat rasanya helaan napasku akhirakhir ini. Seakan dada ini mau meledak. Karena aku ngerasa, masalah yang ku hadapi menjadi semakin berat setiap kali aku bernapas. Kadang aku berpikir, mungkin kalo aku berhenti bernapas, akan berhenti juga masalahku.

Astaghfirullahallaziiimmm… Istighfar Savira Dwinanda. Jangan pernah punya pikran seperti itu. Seberat apapun keliatannyamasalah yang kita hadapi, pastinya kita akan kuat menghadapinya. Selalu ingat janji Allah SWT, bahwa Allah tidak akan pernah memberi cobaan kepada manusia melebihi kemampuannya.

Saat ini, waktu aku duduk di bis. Termenung. Sendiri. Ingatan akan masalah itu datang lagi. Bertubitubi. Sesak rasanya dada ini. Sakit rasanya kepala ini. Bingung tak terkira hati ini, tapi alhamdulillah ku masih mengingatNya. Menyebut namaNya dalam setiap helaan nafasku. Memohon pertolonganNya, agar aku selalu diberi kekuatan yang berlimpah, sehingga aku mampu menjalani apapun cobaan yang dihadiahkanNya untukku. Agar aku takkan pernah lupa akan kekuasaan dan kebesaranNya.

Yaa Allah, Yaa Rahman Yaa Rachim… Hanya Engkau tempat aku mengadu. Dengarkanlah doaku Yaa Allah…. Doa seorang yang mungkin seringkali lupa akan anugerahmu yang berlimpah, seorang pendosa. Namun aku mohon pada Mu ya Allah, berilah selalu kekuatan padaku, dalam menghadapi segala cobaanmu. Karena aku percaya aku hanya akan mampu melaluinya hanya dengan bantuanMu.

Dalam setiap helaan napas ini Yaa Allah, hamba mengingatMu, mengadu dengan lirih, memohon dengan sangat, agar selalu dalam lindunganMu dan selalu diberikan kekuatan. Hamba mohon Yaa Allah, karena hanya padaMu hamba mengadu….. Berilah hamba petunjuk. Bimbinglah hamba untuk selalu berada dalam jalan yang Engkau ridhai… Berikanlah selalu kekuatan agar apapun akhir dari masalah yang aku hadapi ini, aku bisa dengan tegar menghadapinya. Bimbinglah aku agar dapat selalu pasrah dan bersabar dalam menghadapi segala kesulitan hidup namun tetap dapat berdiri tegar menghadapinya. Amiiiinnn….


lagi sedih

Thursday Nov 13, 2008

Ga tau kenapa, auranya sedih aja. Mungkin karena aku sekali lagi sadarkan, bahwa sekuat apapun kita, kehilangan salah satu orang terdekat merupakan hal yang sangat berat. Apalagi kehilangannya bukan karena hal yang ‘signifikan’ *at least menurutku*.

Dua hari ini, aku kehilangan seorang sahabat (lagi). Sedih? Udah pasti. Karena sejujurjujurnya aku ga pengen banget kehilangan dia. Seperti yang pernah aku tulis, punya sahabat 1 trilliun orang pun akan selalu kurang, secara kita adalah mahluk sosial, yang selalu butuh teman dan sahabat disekeliling kita.  Tapi aku udah ga bisa berbuat apaapa. Secara aku dan dia selalu berdebat tentang hal yang sama, tapi memandang hal yang sama itu dari 2 sudut pandang yang beda. Pastinya susah dong ketemu common ground-nya.

Aku dengan segala ke-keukeuhanku, menyatakan segala keberatan kenapa harus ‘tidak’ berteman lagi, sementara dia juga dengan segala pernyataan yang pada akhirnya mematahkan keukeuh-nya aku. Bukan apaapa. Aku memang juara keukeuh dan aku bisa berulang kali, berputarputar dan tetap berpegang teguh pada pendapatku, tapi semua itu untuk apa? Kalo hasilnya bikin dia tersiksa (hehehe..emang diapaain ya??) – well at least ngga nyaman- dengan pertemanan kita? I am not that kind of person. Aku maunya dalam berteman itu nyaman untuk duaduanya.

Tapi ternyata emang berat ya kehilangan sahabat itu. Whatever the reason. Setiap hari itu hampir aku lupa untuk ngga nge-buzz or bertanyatanya tentang halhal ga penting or penting. Pokoknya I miss those day deh. Sekarang aja, tiap kali liat namanya popped up di jendela maya, hmm..mau komen tapi takut ngganggu… tapi yang paling utama sie, aku udah janji ga bakal ganggu2 lagi. Sedih ga sie?

Udah ah, sekarang mah gimana caranya menjalani apa yang ada di hadapan dengan tenang. Mudahmudahan akan diberikan kemudahan dan ketabahan… amiiin……


– prihatin –

Wednesday Aug 20, 2008

Kemarin seperti harihari sebelumnya aku pulang nge-bis. Setelah nunggu sekian menit di halte, akhirnya bis nomor 16 jurusan Rawamangun Lebakbulus lewat dihadapanku. Alhamdulillah kosong, jadi aku bisa duduk dengan tenang.

Sebenernya ga ada kejadian aneh di dalam bis itu. Hanya dalam hitungan menit, bis sudah dipenuhsesaki oleh penumpang. Sekali lagi, Alhamdulillah aku duduk.

Bis melaju dengan kecepatan biasa aja. Walau kadang selap sana salib sini. Termasuk biasalah dalam kategori bisbis yang melaju di Jakarta.

Karena lelah, mataku mulai terpejam. Ceritanya mau menikmati perjalanan pulang dengan bobo santai di bis. Tapi, baru sekitar 5 menit memejamkan mata, tibatiba aku merasa sesuatu menyentuh tanganku. Kaget, aku terbangun.

Ternyata ada anak kecil baru saja menaruh satu buah amplop ditanganku. Pengamen cilik, dan ini benarbenar cilik. Berdua dengan sang kakak yang aku tebak paling tua baru menginjak kelas satu SMP, si pengamen cilik ini (sekali lagi benarbenar cilik !!) mulai bernyanyi, kalo ga mau dibilang teriak, secara cara nyanyi mereka yang bergantigantian tanpa nada yang jelas. Mereka nyanyi lagu itu lowh… aduh kok aku lupa judulnya ya. Tapi aku tau cerita tentang lagu itu. Lagu yang sempat rame di infotainment secara ada anak gadis yang meninggal bunuh diri. kalo ga salah sie anak gadis itu namanya gaby (or gebi).

Nyesss….nelangsa rasanya. Sebagai ibu dari satu anak gadis kecil, aku ngerasa kok ya tega sie yang jadi orang tua. Ngebiarin anaknya yang masih kecil, aku yakin itu anak belum genap 5 tahun, untuk ngamen di bis kota, waktu hari udah masuk malam lagi.

Sebenernya ya aku juga ga bisa nge-judge orang tua si anak ya. Mungkin aja kan kehidupan mereka emang susah banget, sampe ngebolehin anaknya yang masih balita untuk ngamen.  Tapi sekali lagi, sebagai seorang ibu…aduh… rasanya kok ngenes banget ya.

Hari ini, terutama sore ini aku prihatin banget. Di usia negara kita yang udah 63 tahun, ternyata ga dibarengi sama kehidupan rakyatnya yang makin lama makin memprihatinkan. Sedih deh liatnya, apalagi waktu mereka selesai nyanyi dan mau turun dari bis. Si kakak nenteng gitar mbari nggendong adik kecilnya. Ikutan ngeri waktu kaki mereka menjejak di jalan ditengahtengah motor bersliweran.

Pikiranku langsung melayang ke anak kecilku di rumah. Rasa campur aduk antara sedih, haru dan bahagia berkecamuk (sedaaap bener bahasanya) di hati. Sedih, karena ga bisa berbuat banyak untuk anak kecil pengamen itu, tapi haru dan bahagia, karena mudahmudahan aku udah bisa memberikan yang terbaik untuk anak kecilku dirumah.

Mudahmudahan pemandangan tadi sore di bis itu ga berulang lagi dimasamasa datang. Caranya gimana? Aku serahkan sama bapak dan ibu yang ada di pemerintahan sana. Supaya Indonesia yang katanya gemah ripah loh jinawi bukan cuma slogan kosong, tapi memang bener adanya. Amiiinnnn…..


I found my miracle

Wednesday Jun 25, 2008

Today I learn that I already have that miracle I was waiting for and I have had for as long as I know. Well at least this last 15 years. I have been in tears since yesterday, because of live throw some bad luck on my way, but my miracle told me that it is OK. Everything is gonna be OK.

Thank you to my beloved husband. For reminding me that there is more live than just money. And although sometimes live throw you a curve ball, you’ll be OK, as long as you have the people that you love and love you.  🙂

Well, I want to say that I learn some important lesson from this situation I have right now, don’t get me wrong, I do learn some important lesson. But what I really learn from this situation is that I have this beautiful treasure that is more beautiful and more generous than everything and everyone I have ever known and his name is Dedi Ulung.

I can’t begin to thank you enough for all your wonderful traits. I can’t believe I am this lucky to be a person that you chose to be your wife. If somewhere along the way, I’ve made mistake, please just be your wonderful self and forgive me, coz I can’t begin to imagine how I can live this life without you for you are my strength to live.


Iklas

Monday Oct 29, 2007

Tak terasa air mata mengalir di sudut mata

Hilang lagi harapan diam-diam menyusupi relung hati
Harapan untuk menjadi lebih bahagia
Pupus sebelum sempat menjadi nyata

Iklas, itu yang kerap aku bisikan dalam hati
Semua hadir dengan alasan sendiri
Berusahalah untuk TEGAR dalam hadapi cobaan ini
sekali lagi, semua hadir dengan alasan sendiri

Namun, sulit untuk ku tegar di tengah cobaan kali ini
Karena ku menghadapinya seorang diri
Tanpa ada sosok tegar yang menemani
Batu karang yang selalu lindungi diri ini

Iklas, adalah kata yang sering kuteriakkan dalam hati
berharap dengan iklas aku akan lebih mudah menjalani
cobaan kali ini seorang diri…

Ya Allah…Ya Rabb, kuat kan jiwa dan raga ini
karena sesungguhnya, Kau memberi coba karena aku kuat
Moga-moga aku tak mengecewakan Mu… Amiin……