If only I could

Wednesday Nov 19, 2008

Lately, there are some structure changes in the company where I work. Late last year, the merger between JSX and SSX has been completed therefore we have to evolve accordingly. Based on that, I was moved to a new Division. I was kinda hoping that this restructuring would be a fresh start for me. But I guess it was asking too much, at least for me.

In all my professional years [no..it’s not that long, it’s around 10 years or so], I always have been the unfortunate because I always have a lady boss. How come I said that it’s unfortunate? Because mostly, lady boss always think with they heart. They are rarely objective [easy for all the lady boss out there, I am not saying that all lady boss is like that, it’s purely based on my experience only…so if there’s a lady boss that is a very good boss..just keep up the good work 🙂 ..]

I was thinking to myself, is it just me or is it everyone else’s wish also? Then I have the answer to my silent question, and I found out that it’s probably everyone wishes to have the privilege to work under a great Boss. Even though the criteria of a great boss is really subjective, but I think we can agree to some basic personal traits that is required for someone to be a boss i.e. have to have a leadership traits, never subjective [at least always try to be objective towards his/her subordinate and colleagues], have a great knowledge of what he/she was doing etc, and so far, I’ve only been lucky to have been working for a great boss once.

If only I could, I would want to choose who is the person I will work for. I mean, how come the boss get to choose whom they work with without the consent of their subordinate?? hahaha..I guess that’s a stupid question. Of course it’s because they have privilege if not the money. But what I mean is, if they choose to have you as their subordinate, shouldn’t they treat you good?

If only I could, once I am a boss, I will think every step of my move with logic, well probably a little heart here and there, but never with heart all the way, because once you start think with your heart, you’ll think with it all the time. Then I promise you, it will do more harm than good.

If for now I only could dream that if one day I’ll be a good boss, for the time being, I will try to do my best as an employee or better yet, just be the better person I know. Start from there, hopefully everything will turn out good.

I HOPE……..


-dont judge a book by its cover-

Friday Nov 14, 2008

Pernah denger pepatah itu kan? Aku juga dong *ini apaan sie??*, hehehe. Tapi biasanya kita lupa deh, dan berkalikali pastinya kita akan lebih sering ngeliat apapun dari penampilan luarnya aja. Ya, manusiawi sie sebenernya, secara kan pastinya yang nampak secara kasat mata itulah yang biasanya menarik perhatian kita.

Hal yang sama kejadian ama aku beberapa waktu yang lalu. Ceritanya lagi iseng janjian sama suami di PIM. Secara udah lama ga ‘pacaran’. Setelah menikah dan punya anak kecil yang cantik itu, berduaduan sama suami itu merupakan hal yang cukup langka buat aku dan suami.

Time table-nya sama sie,  kayak waktu pacaran dulu. Makan terus nonton. Secara datengnya udah agak malem di PIM-nya, jadi perut emang udah berteriak minta diisi. Tapi waktunya jam makan malam euy, jadi beberapa restaurant yang kita tuju rata-rata sie udah penuh gitu. Hmm.. mana perut susah banget diajak kompromi lagi 🙁 .

Akhirnya kita dapet juga restauran yang kosong. …bener bener kosong.  Tamu-nya ya baru aku sama suami gitu. Hmm… pas mau masuk udah agak ragu gitu, secara kan common knowledge, biasanya rumah makan yang penuh pengunjungnya itu biasanya emang enak makanannya.

But we take our chances lah, secara perut juga udah benerbener minta diisi. Nama restaurannya Yin Yang Lamien and Dim Sum. Letaknya di atas KFC, deket Sari Ratu dan Platinum. Jadi kalo mau ke GM, keliatan banget deh, secara itu restoran emang tusuk sate banget posisinya.

Begitu masuk, aku dan suami liatliat menu. Standar dim sum deh. Pilihpilih, terus order pake pesen “Jangan lama ya mas”. Tapi kayaknya ga mungkin banget lama ya, secara KOSONG kok tempatnya. By the way, aku pesen tom yam soup dan suami pesen 2 jenis dim sum (lupa euy namanya).

Begitu pesenan dateng, hmmm.. keliatannya masih biasa ajah. Ya gimana selayaknya tom yam sama dim sum aja. Terus minumannya juga kurang euy. Biasa banget. Emang sie cuma minum teh anget aja. Tapi secara pengen minum teh panas, tapi dikasih teh anget doang ya mengecewakan dong. Tapi begitu sendokan pertama masuk mulut…Subhanallah… enak bener euy, seriously delicious. Pokoknya beyond words deh *agak hiperbola*, beneran enak euy…

Nah, garagara pengalaman tadi, aku sekarang jadi sedikit lebih ‘wise’ kalo menilai tempat makan. Ga selalu langsung ‘jump to conclution’ kalo yang sepi itu udah pasti ga enak. Mungkin aja karena emang belum banyak orang yang tau kalo disitu justu kita bisa ngerasain salah satu makanan yang paling enak yang pernah kamu cicipin.

Mudahmudahan sie, bermula dari pengalaman itu juga, aku nantinya akan jauh lebih ‘wise’ dalam memilih teman dan sahabat. Jangan cuma ngeliat penampilan luarnya aja, tapi benerbener mesti ngenalin orang sebenerbenernya.


lagi sedih

Thursday Nov 13, 2008

Ga tau kenapa, auranya sedih aja. Mungkin karena aku sekali lagi sadarkan, bahwa sekuat apapun kita, kehilangan salah satu orang terdekat merupakan hal yang sangat berat. Apalagi kehilangannya bukan karena hal yang ‘signifikan’ *at least menurutku*.

Dua hari ini, aku kehilangan seorang sahabat (lagi). Sedih? Udah pasti. Karena sejujurjujurnya aku ga pengen banget kehilangan dia. Seperti yang pernah aku tulis, punya sahabat 1 trilliun orang pun akan selalu kurang, secara kita adalah mahluk sosial, yang selalu butuh teman dan sahabat disekeliling kita.  Tapi aku udah ga bisa berbuat apaapa. Secara aku dan dia selalu berdebat tentang hal yang sama, tapi memandang hal yang sama itu dari 2 sudut pandang yang beda. Pastinya susah dong ketemu common ground-nya.

Aku dengan segala ke-keukeuhanku, menyatakan segala keberatan kenapa harus ‘tidak’ berteman lagi, sementara dia juga dengan segala pernyataan yang pada akhirnya mematahkan keukeuh-nya aku. Bukan apaapa. Aku memang juara keukeuh dan aku bisa berulang kali, berputarputar dan tetap berpegang teguh pada pendapatku, tapi semua itu untuk apa? Kalo hasilnya bikin dia tersiksa (hehehe..emang diapaain ya??) – well at least ngga nyaman- dengan pertemanan kita? I am not that kind of person. Aku maunya dalam berteman itu nyaman untuk duaduanya.

Tapi ternyata emang berat ya kehilangan sahabat itu. Whatever the reason. Setiap hari itu hampir aku lupa untuk ngga nge-buzz or bertanyatanya tentang halhal ga penting or penting. Pokoknya I miss those day deh. Sekarang aja, tiap kali liat namanya popped up di jendela maya, hmm..mau komen tapi takut ngganggu… tapi yang paling utama sie, aku udah janji ga bakal ganggu2 lagi. Sedih ga sie?

Udah ah, sekarang mah gimana caranya menjalani apa yang ada di hadapan dengan tenang. Mudahmudahan akan diberikan kemudahan dan ketabahan… amiiin……