10, 9, 26 and counting

Tuesday Feb 16, 2010

Tahun ini adalah tahun pernikahanku yang ke 11. Sudah 1 dekade plus hampir 1 tahun penuh perjalanan pernikahanku. Rasanya baru kemarin aku duduk bersimpuh di ruang TV di rumah Mama di Bogor, nunggu untuk didandanin ama perias pengantinku, sekarang tanpa terasa sudah 10 tahun, 9 bulan 26 hari berlalu, lengkap dengan cerita suka dan duka yang menghiasi setiap lembaran hari.

Di usia pernikahan yang menginjak tahun ke sebelas ini, aku mau mencoba untuk berhenti sebentar, menghela napas sembari mengenang perjalananku selama 10 tahun lebih ini. Dari masa-masa pengantin baru, berdua-duaan sampe sekarang udah bertiga.

Bohong kalo aku bilang selama 10 tahun lebih ini, pernikahanku selalu bahagia. Karena menyatukan 2 kepala dan 2 keluarga itu bukanlah hal yang gampang, walaupun ya ngga susah-susah banget sie. Tapi kita selalu berusaha untuk berbuat yang terbaik yang kita bisa, berkompromi dan mengalah untuk tetap menjaga janji awal kita dulu.

10 tahun, 9 bulan, 26 hari mungkin bukan satu prestasi hebat untuk orang-orang yang sudah ngerayain ulang tahun perkawinan perak apalagi emas, tapi untuk satu pasang anak muda *gaya ya anak muda*, yang sedang mencari-cari satu bentuk tatanan keluarga yang sesuai dengan keinginan berdua tentunya merupakan prestasi tak terkira buat aku dan suami.

Kesempatan bernafas sejenak dan merenung ini bukan untuk berjalan mundur, tapi lebih untuk memetakan langkah ke depannya, untuk lebih hati-hati, supaya ga jatuh ke lubang yang sama.

Yang bisa aku pelajari dari usia pernikahan yang baru menginjak 1 dasawarsa lebih ini adalah agar selalu bisa berkompromi, senantiasa mengambil jalan tengah untuk tetap memenuhi janji awal pernikahan dulu.

Harapanku adalah semoga selalu diberikan kekuatan, kesabaran serta kekuatan untuk menjalani kehidupan rumah tangga dengan lebih baik dari tahun ke tahun. amiiinn…