2008 in memories

Wednesday Dec 31, 2008

Ga kerasa ya, harihari menuju penghujung tahun 2008 udah dihadapan. Waktu seakan melewati kita dengan cepat. Hanya untuk menyapa untuk kemudian berlalu bersama angin.

Tahun 2008 diawali dengan hal yang sangat menyedihkan bagi kehidupan personalku. Salah satu sepupuku dari mama meninggal dunia ketika waktu baru hendak menyapa tahun 2008. 31 Desember satu tahun yang lalu. Addo, begitu almarhum biasa disapa, meninggal karena kanker paruparu yang telah dideritanya beberapa lama. Jadilah awal tahun kelabu untukku dan keluarga karena persis tanggal  1 Januari 2008, kami harus menghadiri pemakaman Addo 🙁 .

Di 2008 juga aku dapat kepercayaan untuk melakukan pekerjaan yang jauh berbeda dengan pekerjaan yang aku lakukan *dikantor yang sama* selama 2 tahun. Pekerjaan yang mengharuskan aku belajar lagi agar bisa lebih sabar, secara pekerjaan baru-nya melibatkan banyak tugas administrasi.

Sepanjang tahun, aneka peristiwa baik suka maupun duka mampir dalam kehidupanku. Satu hal penting yang menjadi catatan khusus untukku. SABAR. Mungkin itu yang hal terpenting yang harus aku pelajari dan kuasai. Seorang teman pernah bilang, “Sabar, jangan selalu memikirkan energi yang negatif. Sebisa mungkin ‘think positive’, karena insya Allah, hasilnya juga akan positif. Tapi mungkin karena aku itu orangnya sering parno-an kali ya, jadi susaaaaaah bener kalo mau think positive 🙁 .

Yaa…jadi sekarang, di detikdetik terakhir 2008, berbarengan dengan keramaian yang dihasilkan oleh kembang api dan petasan diluar, dalam hati aku berharap agar di tahun 2009 yang sudah di depan mata ini, semoga aku bisa punya cukup rasa sabar untuk menjalani hidup. Always try the best to think positive. Amiiin…..

Leave a Reply

Comment