I bid you so long but never good bye

Friday Nov 26, 2010

2 hari lalu merupakan salah satu hari yang paling menyedihkan yang perjalanan karirku selama 16 tahun lebih. Aku terkena pemutusan hubungan kerja. Ga bisa diceritakan deh rasanya. Berjuta rasanya, tapi not in a good sense at all.

Tapi bagaimanapun juga, tempat itu pernah menjadi rumah singgahku untuk berkarya selama 10 tahun lebih. Memberikan banyak teman baru, sahabat, bahkan mungkin keluarga. Untuk itu, aku akan selalu bersyukur, telah diberikan kesempatan untuk menikmati beraneka kenangan indah di sana.

Untuk semua kenangan indah dan pembelajaran yang aku dapat dari semua keluarga-ku di kantor lama, aku mencoba untuk mengingat dan memberikan sedikit kata….

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Mohon maaf sebelumnya, bukannya mau sombong nulis kata-kata perpisahan pakai bahasa Inggris, tapi saya tidak bisa menemukan bahasa yang cukup untuk menuliskan kata-kata perpisahan pada teman-teman semua, maafkan keterbatasan saya.

I bid you so long, but never good bye

As many of you probably already know, today is my last day here in our beloved company.
I have dedicated the best 10 years of my life to this company and I have to say without regret that it was probably the most amazing experience anyone could ever expect.
It has some ups and downs, but that’s just life, but it sure add more taste to my life experience.

With this note, please allow me to express my humble thank you to the board of Directors of Indonesia Stock Exchange.
I am so grateful to have the opportunities to learn and experience many beautiful things and friendship in this company.
I am sorry if there’s any mistakes that I’ve made or any displeasure of my being in the company, I am nothing but human.

To my friends, you all know who you are.
Thank you, for sharing the last 10 years with me in this company.
We may have argued or even fight, but we always put our friendship above all, I guess that’s why it is hard for me to say good bye.
So I won’t even try to say good bye. It is only a mere so long, because I know, we always have each other in our heart.

I bid you so long, till we meet again…

warm regards,

Savira Dwinanda


Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’uun..

Saturday Apr 10, 2010

Telah berpulang kembali ke hadirat Allah SWT, Bapak kami tercinta, pada hari Rabu, 7 April 2010:

Bapak Achmad Syarifuddin Saleh bin Mohammad Saleh

Mohon keikhlasan doa untuk meringankan langkah almarhum menghadap sang Khalik.
Apabila ada dosa almarhum, baik yang disadari maupun yang tidak, mohon dapat dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.


10, 9, 26 and counting

Tuesday Feb 16, 2010

Tahun ini adalah tahun pernikahanku yang ke 11. Sudah 1 dekade plus hampir 1 tahun penuh perjalanan pernikahanku. Rasanya baru kemarin aku duduk bersimpuh di ruang TV di rumah Mama di Bogor, nunggu untuk didandanin ama perias pengantinku, sekarang tanpa terasa sudah 10 tahun, 9 bulan 26 hari berlalu, lengkap dengan cerita suka dan duka yang menghiasi setiap lembaran hari.

Di usia pernikahan yang menginjak tahun ke sebelas ini, aku mau mencoba untuk berhenti sebentar, menghela napas sembari mengenang perjalananku selama 10 tahun lebih ini. Dari masa-masa pengantin baru, berdua-duaan sampe sekarang udah bertiga.

Bohong kalo aku bilang selama 10 tahun lebih ini, pernikahanku selalu bahagia. Karena menyatukan 2 kepala dan 2 keluarga itu bukanlah hal yang gampang, walaupun ya ngga susah-susah banget sie. Tapi kita selalu berusaha untuk berbuat yang terbaik yang kita bisa, berkompromi dan mengalah untuk tetap menjaga janji awal kita dulu.

10 tahun, 9 bulan, 26 hari mungkin bukan satu prestasi hebat untuk orang-orang yang sudah ngerayain ulang tahun perkawinan perak apalagi emas, tapi untuk satu pasang anak muda *gaya ya anak muda*, yang sedang mencari-cari satu bentuk tatanan keluarga yang sesuai dengan keinginan berdua tentunya merupakan prestasi tak terkira buat aku dan suami.

Kesempatan bernafas sejenak dan merenung ini bukan untuk berjalan mundur, tapi lebih untuk memetakan langkah ke depannya, untuk lebih hati-hati, supaya ga jatuh ke lubang yang sama.

Yang bisa aku pelajari dari usia pernikahan yang baru menginjak 1 dasawarsa lebih ini adalah agar selalu bisa berkompromi, senantiasa mengambil jalan tengah untuk tetap memenuhi janji awal pernikahan dulu.

Harapanku adalah semoga selalu diberikan kekuatan, kesabaran serta kekuatan untuk menjalani kehidupan rumah tangga dengan lebih baik dari tahun ke tahun. amiiinn…


terpikir tentang fasilitas

Thursday Jan 28, 2010

Pagi ini aku nge-gym!!! hehehe, satu aktivitas yang amat jarang terjadi. Terakhir kali aku nge-gym itu sekitar 5 tahun lalu, so bayangkanlah bagaimana jadinya bila tiba-tiba hari ini aku nge-gym… hehehehe, ga banjir aja Jakarta udah bagus.. *lebay*

Alasan aku mau nge-gym karena sebenernya karena mau coba uji fasilitas dari satu fitness center terkemuka di Jakarta *tsahh*. Biasalah, ada promo iuran bulanan murah (atau lebih tepat kalo dibilang sedikit lebih murah dari biasanya) dan kebetulan letak gym itu hanya berbeda lantai dengan tempat aku bekerja.

Udah lama sie memang aku punya niatan untuk mencoba fasilitas di gym tersebut, tapi karena terbentur waktu dan terutama iuran bulanan yang lumayan mahal membuatku maju mundur untuk gabung sebagai member. Nah, berhubung penghalang utamanya udah sedikit bergeser, jadilah aku mau mencoba fasilitas yang ditawarkan.

Sebenernya banyak teman-teman kantorku yang jadi member di gym itu tapi levelnya kepala unit dan kepala divisi. Salah satu fasilitas dari manajemen untuk menjaga kesehatan para asset perusahaan tersebut. Kalau ‘keset’ (becandaan internal) kayak aku mah, ya ga dikasih lah fasilitas untuk menjaga kesehatan, hehehehe.

Terus terang dan insya Allah jujur sejujurnya aku sama sekali tidak pernah merasa iri atas pemberian fasilitas itu. Karena menurutku, ya wajarlah kalo posisi naik maka fasilitasnya naik juga. Tapi kan ga semua orang kayak aku ya, yang bisa menerima dengan lapang dada soal beberapa fasilitas yang diterima oleh temen-temen kanit dan kadiv. Ada aja omongan miringnya. Biasalah. Tapi ga aku ambil pusing. Biarlah, toh everybody entitled to have their own opinion.

Membership gym yang jadi fasilitas kadiv kanit itu ternyata ada expiry date-nya. Kalau dalam 1 bulan, para kadiv dan kanit itu tidak menggunakan fasilitas-nya, maka keanggotaannya di-suspen dan baru dapat diaktifkan kembali pada saat pendaftaran ulang. Menurut aku, itu sie hal yang fair ya, secara udah dibayarin membership ga dipake, sayang kan. Nah, akibat dari kebijakan itu, banyak temen-temen kadiv dan kanit (tapi ga semua ya, cuma kebanyakan kayaknya) yang ‘curang’. Mereka sering kali numpang mandi atau sauna dan absen agar keanggotaannya itu ga disuspen. Jadi fasilitas yang seharusnya bikin mereka sehat dengan olah raga itu ga dimanfaatkan secara maksimal.

Tapi sekali lagi, aku ga terlalu peduli ya, terserah ajalah, kalo mereka mau ‘curang’ kan dosa mereka sendiri toh?. Malah pernah sekali waktu, aku bilang ke salah satu kadiv yang keceplosan bilang mau numpang mandi di gym, biar ga diskors membership-nya gini, “Waah, gimana sie.. dikasih fasilitas itu dipake yang bener, kan masih banyak staf yang juga mau sehat tapi ga dapet fasilitas… gimana sie?? Eh tapi ga pa pa juga deh, ternyata sekarang ketauan kalo staf di sini lebih ‘kaya’ dari para kadiv dan kanit-nya, karena yang pada mau sehat pada usaha bayar sendiri, ga perlu nunggu dibayarin kantor”. Si kadiv diem doang denger omonganku. Ga ngerti sie, dalem hati-nya ngomong apa, tapi biarlah.

Aku lupa kapan persisnya kejadian di atas, kayaknya sie sekitar tahun lalu. Selesai ngomong gitu akupun biasa lagi. Ga terlalu mikirin rejeki para kadiv dan kanit itu lagi. Sekali lagi, biarkanlah… rejeki orang beda-beda kan?

Setelah sekian lama ga peduli dan bodo amat sama ‘kecurangan’ para kadiv dan kanit itu, eh waktu nge-gym tadi pagi, aku dihadepin secara langsung sama ‘kecurangan’ para kadiv dan kanit itu.

Gini ceritanya, waktu baru aja selesai nyobain treadmill sekitar jam 7-an, aku langsung ke kamar mandi, biar ga telat. Nge-gym deket tapi telat kan ga OK juga. Sebelumnya, selama treadmill, dari jam 6.20 – 6.50 itu, aku selalu ngeliatin sekeliling, nyari muka-muka familiar, secara temen kantor kan banyak yang jadi member. Tapi selama itu juga aku ga nemu tuh muka yang aku kenal.

Begitu masuk locker room, aku udah denger suara hair dryer. Menurut aku sie aneh, karena rata-rata orang yang nge-gym itu waktunya hampir berbarengan dengan aku dan aku adalah orang pertama yang selesai. Dalam ruang loker, keliatan ada beberapa orang yang udah mulai bersolek. Awalnya sie aku masih belum liat muka yang aku kenal. Begitu aku mau buka lemari, loh kok si A dan B ada di sini. Perasaan tadi ngga ada keliatan lagi nyoba alat ato di dalam kelas deh. Kok udah ada di dalem locker room aja?? Mana udah selesai mandi dan lagi siap-siap buat ngeringin rambut.

Penasaran aku nanya “Ini pada kapan olah raga-nya sie? Kok dari tadi aku liatin ga ada tau-tau udah pada selesai aja’.

Jawabannya yang kudapat lumayan bikin bete bin senep, santai banget mereka bilang “Ya dong, kita kan ke gym, bukan nge-gym”

Ya ampun… woooiii itu sama aja korupsi kali. Penyalahgunaan fasilitas dan seharusnya yang melakukan hal tersebut malu, bukan malah dengan bangga bilang, “kita kan ke gym, bukang nge-gym” WTF????

Terus terang sampe saat ini aku masih kesel bin sebel ama orang-orang yang dengan mudah dan tanpa ngerasa bersalah menyalahgunakan sesuatu yang dipercayakan kepada mereka. Kan lebih baik apa yang menjadi hak mereka itu diberikan lagi kepada orang-orang yang bener-bener mau menggunakannya. Bukannya diselewengkan dengan seenaknya gitu. Ngga ngerti deh gimana cara ngubah pola pikir orang kalo hal itu ga bener dan sebaiknya ga dilakukan.

Udah ah, kelamaan nulis jadi makin banyak yang diungkapin. Bikin dosa aja. Orang lain yang korupsi, aku ikutan dosa dengan ngomongin mereka. Biarkanlah, biar nanti yang kuasa yang membalasnya. Amiin…

*PS, gara-gara jawaban yang bikin ilfil itu, aku ga mau jadi member disitu. Males aja, nanti sehat tapi banyak dosa kan ga OK… mending cari tempat lain aja yang bisa lebih bawa berkah..


how well do you know yourself?

Tuesday Jan 19, 2010

I keep repeating that question on my head ever since this morning. I was just found out something about myself. Turns out I am who I think I am… at least on the eyes of several person.

Sometimes I want to say “sr**w you…all of you”. But I can’t. I always try my best to fit in, in any kind of situation. Try my best to be a likeable. Lately I feel that it is nearly impossible trying to do something to please most people if not everyone 🙁 .

Call me naive or whatever, but that’s just how I am. I like to please everyone around me so then they would like me. Is it a wrong thing to do? Maybe. But again, that’s just how I am.

This morning I got a surprise from one of my best friend that said, people said some bad stuff about me. I mean, I am not a new comer when it comes to office gossips, but still it hurt listening that some peole thinking or worse, talking bad about you right? As for me, it will always feel hurt when you have someone badmouthing you 🙁 .

I don’t like to have the feeling I am having right now. To tell you the truth, it is kinda like s**w with my head. Not a little…quite a lot I think. Like I said, I would really like for people to like me. I will go around in a way if I think that’s what it takes so people would like me.

But maybe that’s the problem. I mean, you don’t have do anything you don’t have to to make people like you. Just be who you are. And you can’t expect all people to like you. People have all different kind of reason for liking other people and that goes for the opposite.

So maybe if I can accept that fact, I will not try to change myself so I can be whoever everyone wanted me to be. Just be myself. Try to love myself for who I am. Will not change anything so everybody would like me. I guess if I can be someone who love themselves then I really do know myself.


Tara – tegar atau kepala batu?

Monday Jan 18, 2010

Kemarin waktu baca-baca blog-nya Okke, si sepatu merah aku sempet baca postingan tentang cyber bully. Postinganya sie njelasin bahwa cyber bully itu bukan cuma orang-orang yang ngasih komen-komen kejam di hampir setiap postingannya, tapi juga yang ikutan ketawa walaupun ngga ikutan komentar. Duuuh… itu mah semua orang yang masuk ke blog-nya orang dan ngetawain udah termasuk jadi bully dong ya??

Untuk aku sendiri, waktu pertama kali liat blog-nya si Tara itu terus terang pastinya ikutan ketawa, secara isi blog itu bener-bener emang bisa bikin kita ketawa. Isinya aneh. Kalo ada yang nanya, “Emang yang aneh itu udah pasti lucu?” Untuk kali ini jawabannya iya. Blog itu bikin kita gregetan pengen ikut komentar, ikut ngebenerin postingan dalam bahasa Inggris yang acak-acakan.

Tapi aku ga ikutan komen kok (walau ngaku masih tetep ikut ngetawain, which according to Okke it also makes me a bully too), karena menurut aku, komen-komen di blog itu banyak banget yang keterlaluan. Berdalih memberikan saran, tapi tetep menghina dina si Tara.

Yang bikin aku menggelengkan kepala itu adalah, ketegaran (atau bisa juga dibilang ke-kepala batuan) si Tara. Waduh, kalo aku jadi dia, mungkin udah lama berenti nge-blog atau kalo ga se-ekstrim itu palingan ganti nama blog-nya dan dipublish lagi.

Tapi ngga dong ama yang namanya Tara ini. Alhamdulillah postingannya lumayan banyak, walaupun hinaan udah bertubi-tubi bertamu di blog-nya. Sebenernya sie postingannya lumayan keren selama dia ga menampilkan foto-foto dirinya yang di awali dengan bahasa inggrisnya yang super acak-acakan itu. Pemilihan foto-foto fashion atau music atau selebriti atau apapun selain foto-fotnya tadi itu. Karena sebenernya sense of fashion-nya, dalam hal pad padan gambar ya, lumayan kok. Tapi jangan sampe dia disuruh milih outfit untuk dipakainya bergaya terus diupload ke blog-nya, aduuh.. ampuuuunnn…

Maksud aku nulis postingan kali ini tuh sebenernya cuma mau ‘mengagumi sekaligus jealous’ ama kegigihannya si Tara untuk mengejar dan meraih impian-nya yaitu eksis di dunia fashion. Dengan segala keterbatasan yang dia punya, baik dari segi penampilan, pendidikan maupun materi tapi tetep usaha. Aku acungin 4 jempol untuk usahanya, kegigihnnya, ketegarannya, tapi sekaligus kesel liat kebebelan dankekeraskepalaannya yang dengan keukeuh tetep aja ga mau belajar memperbaiki bahasa inggrisnya yang super minim dan ngubah gayanya yang aneh.

Tapi, blog-nya si Tara itu udah kayak drugs, setiap hari pasti mesti balik liat untuk baca. Entah itu hanya untuk baca postingan bahasa inggrisnya yang amburadul, setengah berharap bisa liat sedikit perubahan atau bahkan peningkatan dari bahasa inggris-nya atau sekedar pengen ngetawain foto-foto anehnya itu…..heheheheheh


Year Of 2010

Wednesday Jan 6, 2010

Halloo semua….
Selamat tahun baru 2010…
Maaf sedikit terlambat ngucapinnya, tapi lebih baik terlambat daripada ngga sama sekali kan?

Sebenernya sie, tahun 2010 ga jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Diawali dengan barbeque-an di malam tahun baru diakhiri dengan tiup terompet dan kasih salam tahun baru buat keluarga.

Ntah kenapa, awal tahun baru yang biasanya lebih fresh buatku kali ini ga demikian. Sekali lagi ntah kenapa. Hatiku rasanya galau tiada henti. Mungkin karena masih ada beberapa hal yang ingin aku capai di 2009 tapi hingga tahun berganti belum juga tercapai. Entahlah.

Tak berhenti hati ini mengucap doa, memohon agar rasa galau ini dihilangkan dari hati, dijauhkan dan jangan dibiarkan berlama-lama dalam hati. Karena aku tau, itu hanya mbuat susah diri sendiri.

Sementara mencoba mengurai masalah hati, aku berharap di tahun 2010 ini semua berjalan lebih baik untukku, untuk keluarga dan semua orang yang aku sayang. Ga muluk-muluk kok kepengennya, cuma pengen tenang dan tabah dalam menghadapi segala cobaan. Juga bisa menjalani hidup dengan lebih iklas. Menjadi manusia lebih baik dalam segala aspek hidup. Amiiinnn..


confirmation

Wednesday Dec 9, 2009

I get my own confirmation today. Everything does happen for a reason. Even though I said that I will be happy, the truth is, I will never.

But still, since I believe everything happen for a reason so I believe what happen to me is the best. God loves me for who I am, and don’t want me to suffer greatly so God cut the losses.

I would never dream what happen to me if this confirmation came all too late. I probably will shatter into pieces…no doubt about it. But since it happens now, when I am in my highest state of mind, I probably wouldn’t be too shattered. I believe I will get through it with my head up high. And for that I believe I should congratulate myself